WELCOME


WELCOME TO MY BLOG KAWASAN ANAK RANTAU BENGKULU ASLI (ARABEAS)ARABEAS.BLOGSPOT.CO.ID &(ADIZAHARA.COM CINTA YANG INDAH ADALAH CINTA YANG MENGUTAMAKAN KESADARAN UNTUK SALING MENJAGA SATU SAMA LAIN

ARABEAS.BLOGSPOT.CO.ID

Logo Design by FlamingText.com
Logo Design by arabeas.blogspot.co.id

THAKS ALL



JANGAN LUPA FOLLOW MY BLOG ADIZAHARA.COM UNTUK SELALU MENDAPATKAN UPDATE TIPS DAN TRIK TERBARUTERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG DI BLOG INI

Selasa, 15 Desember 2015

CINTANYA ABDULLAH AL-MUBARAK (BAGIAN 3)

 
Abdullah mempunyai seorang budak. Ada yang memberitahukan kepada Abdullah bahwa budaknya itu sering menjarah mayat dan memberikan hasil jarahannya kepada Abdullah.

Informasi ini membuat Abdullah sedih. Suatu malam ika mengikuti jejak kaki budaknya itu. Ternyata benar si budak itu berjalan menuju ke sebuah pemakaman dan melihat sebuah liang kosong. Di sana terdapat sebuah mihrab di mana budak itu mendirikan shalat. Abdullah menyaksikan semua apa yang dilakukan budaknya itu dari kejauhan. Ia perlahan mendekat. Ia melihat budaknya mengenakan pakaian yang terbuat dari karung dan memakai kerah di lehernya. Sang budak menggosok-gosokkan wajahnya ke tanah, ia meratap. Melihat hal ini, Abdullah melangkah menjauh, menangis dan duduk di sebuah sudut pemakaman itu.

Sang budak itu tetap di sana hingga fajar, kemudia ia keluar dan menutup liang kuburan itu, lalu menuju ke masjid dan berdoa disana. “Ya Allah,” pekiknya, “Pagi hari telah tiba, tuan fanaku akan meminta uang padaku. Engkaulah Yang Maha Kaya, karuniakanlah padaku dari apa yang Engkau ketahui.”

Tiba-tiba seberkas cahaya bersinar dari langit, lalu ada uang satu dirham jatuh ke tangan sang budak. Abdullah tidak sanggup melihatnya lagi, ia bangkit, lalu memeluk kepala sang budak itu dan menciuminya. Ia berkata, “Semoga seribu orang yang hidup menjadi tebusan bagi seorang budak seperti ini! Engkaulah tuan, bukan aku.”

“Ya Allah,” pekik sang budak yang menyadari apa yang telah terjadi, “Kini selubungku telah terbuka dan rahasiaku telah tersingkap, tak ada lagi ketenangan yang tersisa bagiku di dunia ini. Aku memohon kepada-Mu dengan kekuatan dan kemuliaan-Mu, jangan biarkan aku menderita karena menjadi sebab ketergelinciran. Ambillah jiwaku.”

Kepalanya masih berada dalam dekapan Abdullah saat ia menghembuskan nafasnya yang terakhir. Abdullah membaringkannya dan mengafaninya, kemudian menguburkannya di liang yang sama dan masih mengenakan pakaian karung yang sama.


Selain dikenal sebagai ulama, dan waliyullah, Al-Mubarak juga seorang ahli hadits yang terkemuka. Selain itu, iapun ahli dalam berbagai cabang ilmu pengetahuan, antara lain sastra dan tata bahasa. Bukan hanya itu. Ia juga dikenal sebagai saudagar yang dermawan, sering memberi bantuan kepada fakir miskin. Wali yang alim ini wafat pada 181 H / 797 M di Kota Hit, Irak, sebuah kota kecil yang indah di tepi sungai Euphrat.
Posting Komentar