WELCOME


WELCOME TO MY BLOG KAWASAN ANAK RANTAU BENGKULU ASLI (ARABEAS)ARABEAS.BLOGSPOT.CO.ID &(ADIZAHARA.COM CINTA YANG INDAH ADALAH CINTA YANG MENGUTAMAKAN KESADARAN UNTUK SALING MENJAGA SATU SAMA LAIN

ARABEAS.BLOGSPOT.CO.ID

Logo Design by FlamingText.com
Logo Design by arabeas.blogspot.co.id

THAKS ALL



JANGAN LUPA FOLLOW MY BLOG ADIZAHARA.COM UNTUK SELALU MENDAPATKAN UPDATE TIPS DAN TRIK TERBARUTERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG DI BLOG INI

Senin, 14 Desember 2015

NABI MUHAMMAD صلى الله عليه وسلم : HiStory (25)

Kemenangan Perang Badar

Orang-orang musyrik dan orang-orang Yahudi merasa terpukul sekali dengan berita kemenangan Perang Badar oleh pihak muslim. Mereka berusaha meyakinkan diri sendiri dan meyakinkan orang-orang Islam yang tinggal di Madinah, bahwa berita itu tidak benar. Namun ternyata Rasulullah yang menang, mereka merasa sangat terkejut.

Posisi mereka terhadap Muslimin jadi lebih rendah dan hina sekali, sampai-sampai ada salah seorang pembesar Yahudi yang berkata, "Bagi kita sekarang lebih baik  berkalang tanah daripada tinggal di atas bumi ini sesudah kaum bangsawan, pemimpin-pemimpin dan pemuka-pemuka Arab serta penduduk tanah suci itu mendapat bencana."

Kaum Muslimin memasuki Madinah sehari sebelum tawanan-tawanan perang  sampai. Sesudah itu Rasulullah kemudian memisah-misahkan para tawanan itu di antara sahabat-sahabatnya, sambil berpesan, "Perlakukanlah mereka sebaik-baiknya!"
Masalah ini menjadi pikiran Rasulullah, apa yang harus dilakukannya terhadap mereka itu. Dibunuh saja atau harus meminta tebusan dari mereka? Mereka itu orang-orang yang keras dalam perang, orang yang kuat bertempur. Hati mereka penuh rasa dengki dan dendam setelah mengalami kehancuran di Badar, dan membawa aib sebagai tawanan  perang.

Apabila menerima tebusan, ini berarti mereka akan berkomplot dan akan kembali  memeranginya  lagi. Kalau dibunuh, akan menimbulkan sesuatu dalam hati keluarga-keluarga Quraisy, yang bila dapat ditebus barangkali akan jadi tenang.
Rasulullah menyerahkan masalah ini ke tangan para sahabat dan kaum Muslimin. Diajaknya mereka bermusyawarah dan pilihan terserah kepada mereka. Kalangan Muslimin sendiri melihat tawanan-tawanan ini ternyata masih ingin hidup dan akan bersedia membayar tebusan dengan harga tinggi.
Setelah berunding, akhirnya diputuskan bahwa para tawanan dapat ditebus. Setelah itu turunlah firman Allah: "Tidak patut, bagi seorang Nabi mempunyai tawanan sebelum ia dapat melumpuhkan musuhnya di muka bumi. Kamu menghendaki harta benda duniawiyah sedangkan Allah menghendaki (pahala) akhirat (untukmu). Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (QS Al-Anfaal: 67).

Tindakan kaum Muslimin terhadap tawanan-tawanan Perang Badar adalah suatu  teladan yang baik dan penuh kasih-sayang, dibandingkan dengan apa yang terjadi dalam beberapa revolusi yang oleh pencetusnya diagungkan dengan istilah keadilan dan kasih-sayang. Dan ini pun merupakan satu bagian saja di samping penyembelihan-penyembelihan yang banyak terjadi atas nama Kristus, seperti  penyembelihan Saint Bartholomew (Saint Barthelemy)—suatu peristiwa penyembelihan yang dianggap aib besar dalam sejarah Kristen, di mana orang-orang Katholik di Paris membantai orang-orang Protestan.

Sementara orang-orang Islam sedang bersukaria karena dengan anugerah Allah  mereka mendapat kemenangan berikut harta rampasan, Haisuman bin Abdullah Al-Khuza'i dengan tergesa-gesa berangkat menuju Makkah. Dia menjadi orang yang pertama masuk Makkah dan memberitahukan penduduk mengenai hancurnya  pasukan Quraisy serta bencana yang telah menimpa pembesar, pemimpin dan  bangsawan mereka. 

Setelah mendengar berita tersebut, Abu Lahab jatuh sakit, dan tujuh hari kemudian  ia pun meninggal. Sekarang orang-orang mengadakan perundingan, apa yang harus mereka lakukan. Kemudian dicapai kata sepakat untuk tidak menyatakan duka-cita atas kematian mereka, sebab apabila nanti ini terdengar oleh Muhammad  dan sahabat-sahabatnya, mereka akan diejek. Mereka juga tidak akan mengrim orang  untuk menebus para tawanan agar Muhammad dan sahabat-sahabatnya tidak meminta tebusan yang terlampau tinggi.

Walau demikian, setelah beberapa lama, akhirnya Quraiys datang juga menebus para tawanan. Nilai tebusan waktu itu berkisar antara 1.000-4.000 dirham untuk tiap orang. Kecuali yang tidak punya apa-apa, dengan kemurahan hatinya Rasulullah SAW membebaskan mereka.

Rasanya tidak ringan nasib yang menimpa Quraisy. Walau begitu, mereka tidak mau menghentikan permusuhan terhadap Rasulullah atau melupakan kekalahan yang mereka alami. 

Pasca Perang Badar

Peristiwa Badar itu telah menimbulkan kesan yang dalam sekali di Makkah. Namun pengaruh yang timbul di Madinah ternyata lebih jelas dan lebih erat berhubungan dengan kehidupan Rasulullah dan kaum Muslimin. Sesudah peristiwa Badar, golongan Yahudi, orang-orang musyrik dan kaum munafik sangat merasakan bertambahnya kekuatan kaum Muslimin.

Sejak sebelum Perang Badar, orang-orang Yahudi sudah mulai menggerutu dan  mengadakan bentrokan-bentrokan dengan pihak Muslimin. Beberapa peristiwa tidak sampai meletus hanya karena masih adanya perjanjian perdamaian antara kedua belah pihak. Itu pula sebabnya, begitu kaum Muslimin kembali dari Badar membawa kemenangan, beberapa kelompok di sekitar Madinah mulai saling bermain mata dan  berkomplot.

Dengan demikian, gelanggang revolusi kini pindah dari Makkah ke Madinah, dan  dari masalah agama ke masalah politik. Yang diperangi sekarang bukan hanya dakwah Rasulullah dalam bidang agama  saja, melainkan kewibawaan dan pengaruhnya juga. Faktor ini yang menyebabkan mereka berkomplot dan berkonspirasi untuk membunuhnya.


Tetapi semua rahasia itu bukan tidak diketahui oleh Rasulullah. Bahkan beliau sudah  mengetahui semua berita dan setiap rencana yang ditujukan kepadanya. Pihak Muslimin ataupun pihak Yahudi, dari hari ke hari, sedikit demi sedikit hati mereka sarat dengan kebencian. Satu sama lain tinggal menunggu adanya bencana yang akan menimpa lawan.

Sejak sebelum mendapat kemenangan di Badar, kaum Muslimin masih merasa takut kepada penduduk Madinah. Dan belum berani mengadakan serangan balasan apabila ada seorang Muslim yang diserang. Namun kini situasinya berbalik. Hal ini membuat pihak Yahudi bertambah cemas. Mereka merasa dengan nasibnya. Walau demikian, mereka tidak juga mau berhenti mengecam Rasulullah dan kaum Muslimin.
Posting Komentar